Executive Dashboard
Get the updated
iPad Templates
You can also reduce the extra loading time in your WordPress websites. Leverage the best addons pack for the Elementor page builder.
- Sync to Cloud
- Create Your Own Palylist
- Share Instantly

Satu Dashboard untuk Mengendalikan Armada, Fuel, dan Kinerja Tim Sekaligus
Lupakan laporan manual yang terlambat dan berlembar-lembar. edash menyajikan fleet & fuel monitoring, produktivitas mekanik, driver score, dan breakdown unit report (MTTR & MTBF) dalam bentuk visual yang menarik dan mudah dibaca, kapan pun dan di mana pun via mobile dan desktop. Dengan insight yang tajam dan cepat, Anda bisa segera mengidentifikasi kebocoran biaya, menekan downtime, dan memaksimalkan kinerja tim di lapangan.
Cocokkan data pengisian dengan pemakaian aktual. Pola anomali langsung muncul di dashboard, sehingga indikasi kebocoran maupun penyalahgunaan BBM bisa cepat diinvestigasi sebelum jadi kerugian besar.
Lihat konsumsi per unit. Dari sini, Anda bisa menentukan strategi penghematan yang tepat sasaran, bukan sekadar “hemat asal hemat”.
Monitoring konsumsi per jam operasi, per km, atau per ritase, lengkap dengan korelasinya ke produktivitas dan driver score. Unit irit dan produktif langsung terlihat, begitu juga yang perlu perhatian khusus.
Sistem memberi notifikasi dini ketika level BBM mendekati batas minimum, sehingga pengisian bisa dijadwalkan sebelum unit berhenti di tengah operasi.
Fuel Monitoring – Setiap Liter BBM Terpantau, Setiap Rupiah Lebih TerkendaliFuel Monitoring – Setiap Liter BBM Terpantau, Setiap Rupiah Lebih Terkendali
Biaya BBM membengkak tapi sulit dilacak sumbernya? Dengan edash Fuel Monitoring, setiap liter BBM yang keluar langsung tercatat dan divisualisasikan dalam dashboard eksekutif yang mudah dibaca. Manajemen tidak lagi hanya “dapat laporan”, tetapi mendapatkan kendali penuh atas konsumsi BBM armada, kapan pun dan di mana pun, via mobile maupun desktop.
edash menghubungkan data pengisian, pemakaian, dan aktivitas armada menjadi insight yang siap dipakai untuk action. Dalam sekali lihat, Anda bisa tahu unit mana yang boros, site mana yang paling efisien, dan di titik mana potensi kebocoran terjadi.
Analisis Ketersediaan dan Kendala Operasional Armada
Physical Availability – Analisis Ketersediaan dan Kendala Operasional Armada
Physical Availability membantu Anda melihat seberapa banyak armada yang benar-benar siap beroperasi dalam satu periode waktu. Melalui dashboard, Anda bisa langsung memantau total kendaraan, jam tersedia, dan jam problem untuk memastikan target produksi tidak terganggu karena kurangnya unit siap pakai.
Apa yang ditampilkan di Physical Availability:
- Menunjukkan total unit dalam fleet (truck, alat berat, light vehicle, dll.) sebagai baseline kapasitas yang Anda miliki di site.
- Menggambarkan total jam setiap unit siap digunakan (tidak breakdown, tidak dalam perawatan). Makin tinggi jam tersedia, makin besar kemampuan armada untuk mengejar target produksi.
- Menunjukkan akumulasi jam unit bermasalah: breakdown, menunggu sparepart, atau antre perbaikan. Angka ini membantu Anda mengidentifikasi titik lemah dalam reliability dan maintenance.
MTBF & MTTR – Kendalikan Downtime, Tingkatkan Keandalan Armada
Berapa sering unit Anda rusak, dan seberapa cepat bisa kembali beroperasi? Jawaban dua pertanyaan krusial ini ada di MTBF (Mean Time Between Failure) dan MTTR (Mean Time To Repair). Di edash, kedua metrik ini tidak hanya tampil sebagai angka, tetapi menjadi alat kendali untuk menekan downtime dan mengerek keandalan armada.
edash secara otomatis mengolah data breakdown, jam kerja unit, dan waktu perbaikan menjadi tampilan MTBF & MTTR yang mudah dibaca manajemen. Anda dapat langsung melihat unit mana yang paling andal, mana yang paling sering bermasalah, serta seberapa efektif kinerja bengkel dalam menangani gangguan.
Dengan visual MTBF & MTTR di edash, manajemen tidak lagi hanya “merasakan” gangguan di lapangan, tetapi melihatnya dalam angka yang jelas, lalu mengubahnya menjadi aksi nyata untuk mengurangi downtime dan menjaga produktivitas tetap on track.
Pantau Semua Kendaraan dalam Satu Layar
Menu Fleet di edash menampilkan seluruh kendaraan Anda dalam satu peta interaktif, lengkap dengan detail tiap unit. Manajemen dan dispatcher bisa langsung melihat posisi aktual, status, dan informasi penting kendaraan tanpa perlu membuka banyak laporan atau chat ke lapangan.
Yang dapat Anda lihat di menu Fleet:
Lokasi real-time seluruh kendaraan
Semua unit tampil di peta (per site, per project, atau per area operasi) sehingga Anda langsung tahu unit berada di mana dan sedang bergerak ke mana.Status dan aktivitas setiap unit
Informasi ringkas seperti sedang operasi, idle, standby, di bengkel, atau breakdown, membantu tim mengatur penugasan dengan cepat.Detail kendaraan per unit
Profil lengkap kendaraan: tipe/unit, nomor lambung/plat, kapasitas, project/site, driver/operator, odometer/hourmeter, hingga riwayat servis terakhir.Histori pergerakan unit
Jejak perjalanan kendaraan (trip history) dalam periode tertentu untuk kebutuhan analisis rute, produktivitas, maupun investigasi bila diperlukan.
Pengingat Service Berkala, Armada Selalu Prima
Tidak ada lagi unit telat servis karena lupa jadwal. Melalui menu Periodical Maintenance, edash membantu mengingatkan driver dan tim operasional kapan waktunya service berkala, berdasarkan kilometer, atau tanggal jatuh tempo. Hasilnya, armada lebih sehat, risiko breakdown berkurang, dan jadwal produksi tetap aman.
Mengatur jadwal servis berkala per unit
Jadwal service disusun per kendaraan (berdasarkan KM/HM/tanggal), sehingga setiap unit punya rencana perawatan yang jelas dan terstruktur.
Mengirim pengingat otomatis ke driver
Driver mendapat notifikasi sebelum jadwal servis tiba, sehingga mereka bisa merencanakan waktu ke bengkel tanpa mengganggu ritase atau operasional harian.
Memberi visibilitas ke planner & supervisor
Tim planner dan pengawas bisa melihat daftar unit yang sudah due atau hampir due service, sehingga penjadwalan tidak bentrok dengan kebutuhan produksi.
Menekan risiko breakdown karena telat servis
Dengan disiplin service berkala, komponen kritikal lebih terjaga, umur pakai unit lebih panjang, dan biaya perbaikan besar bisa ditekan.