FAQ
Frequently Asked Questions
Temukan jawaban untuk pertanyaan umum seputar fleet maintenance dan sistem ottoGO Fleet
Apa perbedaan antara preventive dan predictive maintenance?
Preventive maintenance dilakukan berdasarkan jadwal tetap (misalnya setiap 5.000, 10.000, 20.000 km dan kelipatannya), sedangkan predictive maintenance menggunakan data sensor dan analytics untuk memprediksi kapan komponen akan rusak sebelum jadwal, sehingga lebih efisien dan cost-effective.
Seberapa sering fleet maintenance harus dilakukan?
Frekuensi maintenance tergantung jenis kendaraan dan intensitas penggunaan. Umumnya: inspeksi harian sebelum operasi, pemeriksaan mingguan untuk fluid levels, service bulanan untuk sistem kritis, dan preventive maintenance triwulan (setiap 5.000-20.000 km). ottoGO Fleet dapat membantu menjadwalkan semua ini secara otomatis.
Berapa biaya yang bisa dihemat dengan fleet maintenance yang baik?
Dengan fleet maintenance yang terencana dan konsisten, perusahaan dapat menghemat 25-35% biaya maintenance total, mengurangi downtime hingga 50%, dan memperpanjang umur kendaraan 20-30%. Investasi dalam preventive maintenance jauh lebih murah dibanding emergency repair.
Apa saja tools yang dibutuhkan untuk fleet maintenance?
Tools dasar meliputi diagnostic scanner, pressure gauge, jack & stands, basic hand tools, oil filter wrench, dan battery tester. Untuk fleet modern, digital tools seperti ottoGO Fleet untuk scheduling, tracking, dan analytics juga sangat penting untuk efisiensi maksimal.
Bagaimana cara memulai program fleet maintenance dari nol?
Mulai dengan: (1) Inventory semua kendaraan dan catat kondisi saat ini, (2) Buat baseline maintenance schedule berdasarkan rekomendasi pabrikan, (3) Implement sistem dokumentasi (manual atau digital seperti ottoGO Fleet), (4) Train team untuk inspeksi dan procedures, (5) Monitor dan optimize berdasarkan data.
Apakah fleet maintenance bisa di-outsource?
Ya, bisa. Banyak perusahaan menggunakan kombinasi in-house maintenance untuk task sederhana dan outsource ke bengkel spesialis untuk pekerjaan complex tetapi ada umumnya mereka menggunakan sistem manual. Sistem seperti ottoGO Fleet membantu koordinasi dan tracking baik untuk in-house maupun outsourced maintenance.
Apa itu TCO (Total Cost of Ownership) dalam fleet management?
TCO adalah total biaya kepemilikan kendaraan termasuk harga pembelian, maintenance, fuel, insurance, depreciation, dan disposal cost. Fleet maintenance yang baik dapat menurunkan TCO hingga 20-30% dengan meminimalkan repair costs dan memaksimalkan resale value.
Bagaimana ottoGO Fleet membantu compliance dan audit?
ottoGO Fleet menyimpan semua maintenance records secara digital dengan timestamp, photos, dan audit trail lengkap. Sistem otomatis track regulatory requirements, generate compliance reports, dan alert untuk inspection deadlines, membuat fleet Anda selalu audit-ready.
Masih ada pertanyaan ?
Tim expert kami siap membantu Anda memahami fleet maintenance dan bagaimana ottoGO Fleet dapat mengoptimalkan operasional armada Anda.